Khasiat Herbal BANDOTAN

Khasiat Herbal Bandotan
Herba ini rasanya sedikit pahit, pedas, dan sifatnya netral. Bandotan berkhasiat stimulant, tonik, pereda demam (antipiretik), anti toksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretic) dan pelumuh kentut (kaiminatit).

Daun bandotan dpat digunakan pula untuk insektisida nabati. Selain Ageratum Conyzoides L, terdapat Bandotan varietas lain yang mempunyai khasiat yang sama, yaitu Ageratum hauostonianum Mill. Ekstrak daun bandotan (5% dan 10%) dapat memperpanjang siklus birahi dan memperlambat perkembangan folikel mencit betina (virgin dan non virgin). Namun, tidak berefek pada uterus, vagina, dan liver. Setelah masa pemulihan, siklus birahi dan perkembangan folikel kembali normal. Tidak ada perbedaan antara mencit virgin dan non virgin selama perlakuan. Ekstrak daun bandotan dalam minyak kelapa dosis 20% tidak memberikan efek penyembuhan luka. Namun pada dosis 40% dan 80% dapat menyembuhkan luka secara nyata sesuai dengan peningkatan dosis. Bahkan efek penyembuhan luka pada dosis 80% tidak berbeda nyata dengan yodium povidon 10%.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan untuk obat adalah herba (bagian diatas tanah) dan akar. Herba yang digunakan berupa herba segar atau yang telah dikeringkan.
Herba bandotan berkhasiat untuk pengobatan:

Demam, malaria, sakit tenggorokan, radang paru-paru (pneumonia), radang telinga tengah (otitis media),perdarahan:seperti perdarahan rahim, luka berdarah, mimisan, diare, disentri mulas (kolik), muntah, perut kembung, keseleo, pegal linu, mencegah kehamilan, badan lelah sehabis bekerja berat, produksi air seni sedikit, tumor rahim, dan perawatan rambut.  Akar berkhasiat untuk mengatasi demam.
Untuk obat yang diminum:
Rebus 15-30 gram herba kering atau 30-60 gram herba segar. Cara lain tumbuk herba segar, lalu peras dan air perasannya diminum.
Untuk pemakaian luar:
Tumbuk herba segar sampai halus. Selanjutnya campurkan minyak sayur sedikit dan aduk sampai rata, lalu bubuhkan pada luka yang masih baru, bisul, eksim, dan penyakit kulit lainnya (seperti kusta/lepra)
Cara lain, giling herba kering menjadi serbuk, lalu tiupkan ke kerongkongan penderita yang sakit tenggorokan. Selain itu, daun segar dapat diseduh dan air seduhannya dapt digunakan untuk membilas mata, sakit perut, dan mencuci luka.CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT
1.Sakit telinga tangah akibat radang
Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya peras dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.
2.Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Turapkan ramuan kebagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari ganti ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.
3.Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit lalu balut dengan perban.
4.Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, atu kepal nasi basi, dan ½ sendok teh garam. Selanjutnya cuci daun dan batng muda sampai bersih lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental, turapkan ramuan kebagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.
5.Rebus 10-15 gram herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari
6.Tumor Rahim
Rebus 30-60 gram herba bandota kering segar atau 15-30 gram herba kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.

7.Sakit Tenggorokan. Cuci 30-60 gram daun bandotan kering segar sbersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari
b.Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita.

8.Malaria, influenza
Rebus 15-30 gram herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.
9.Perut kembung, mulas, muntah
Cuci  satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.

10.Perawatan rambut
Cuci daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan keseluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya bilas rambut dengan air hangat.
KOMPOSISI
Herba bandotan mengandung asam amino, aganacid, pectic substance, minyak atsiri kumarin, ageratochromene, friedelin, sulfur, dan potassium chlorrida. Akar bandotan mengandung minyak atsiri, alkaloid dan kumarin.

Iklan :

  ©

REMBES.com
- Todos os direitos reservados.

Template Modifikasi Renewable Energy | Topo