Mengenal Artificial Intelligence, Cara Kerja Serta Manfaatnya

artificial intelligence

Orang orang yang hidup di era modern ini pastinya mengenal artificial intelligence dengan baik. Artificial Intelligence atau biasa disingkat dengan AI merupakan salah satu aspek terpenting di dalam peradaban hidup manusia modern. Pasalnya AI ini sendiri memberikan peranan yang cukup besar di dalamnya.

Ada sisi negatif dan positif dari keberadaan AI. Namun tentu saja sisi positif dari Artificial Intelligence ini jauh lebih banyak. Pasalnya keberadaanArtificial Intelligence dianggap bisa memudahkan orang-orang dalam melakukan banyak hal. Namun ada juga beberapa orang yang beranggapan jika keberadaannya ini bagaikan sebuah ancaman.

Pasalnya, kemunculan artificial intelligence bisa membuat tenaga dan pemikiran manusia tidak akan dibutuhkan. Kemajuan teknologi satu ini dianggap sebagai salah satu model yang akan menghambat manusia dalam mendapatkan pekerjaan kedepannya. Namun tentu saja tidak semua orang sependapat. Pasalnya tidak semua mengenal artificial intelligence dengan bijak.

Mayoritas dari mereka justru berpikir sebaliknya. AI dianggap berpotensi besar untuk memberikan berbagai jenis kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan. Baik itu kegiatan kerja, pendidikan , medis, sosial, pemerintahan, dan berbagai aspek penting lainnya.

Agar Anda bisa memahami apa itu Artificial Intelligence lebih jauh sangat baik jika Anda memahaminya pengertiannya terlebih dahulu.Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengenal artificial intelligence lebih jauh dan memahami apa sebenarnya fungsi serta peranan dari AI terhadap peradaban manusia di era modern ini.

Pengertian Artificial Intelligence Secara Teknis

Artificial Intelligence merupakan kecerdasan buatan yang mengkaji, mengacu, atau mengambil model dari skema kecerdasan manusia pada umumnya. Jadi bisa dibilang Artificial Intelligence ini merupakan simulasi dari kecerdasan manusia. Mereka bisa mengakses, menampilkan, berkomentar dan berpendapat, terhadap sebuah informasi yang muncul.

Orang yang mengenal artificial intelligence dengan baik pastinya tahu jika mayoritas AI berbasis komputer dan internet. Mengenai modelnya, ada banyak varian Artificial Intelligence yang diciptakan saat inidankebanyakansudahdimanfaatkan.

Hanya saja, secara umum Artificial Intelligence ini bisa dianggap sebuah sistem atau software yang diprogram untuk meniru segala tingkah laku dan pola pikir manusia.Ada algoritma khusus yang diterapkan, agar sistem Artificial Intelligence ini bisa mendapatkan pembelajaran dari informasi yang dia dapatkan.

Kemudian AI ini bisa menggunakan informasi tersebut untuk memberikan kemudahan pada manusia yang mengakses. Selain pembelajaran, sistem Artificial Intelligence ini juga memiliki kemampuan untuk melakukan penalaran yang mencapai titik penarikan kesimpulan serta mengoreksi dirinya sendiri.

Mengenal Artificial Intelligence dari Karakteristiknya

Setelah Anda memahami apa itu pengertian dari Artificial Intelligence, kita akan lanjut ke pembahasan selanjutnya, yakni mengenai karakteristik. Perlu dipahami, karakteristik paling ideal dari Artificial Intelligence adalah kapasitasnya untuk mengambil tindakan dan memberikan input yang rasional dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Hal ini dilakukan agar orang yang membutuhkan informasi bisa mencapai tujuannya. Seperti Anda ketahui, orang yang belum mengenal artificial intelligence memiliki paham jika karakteristik utama dari artificial inteligen ini adalah robot. Hal ini memang bisa dibenarkan, namun tidak sepenuhnya benar.

Pasalnya tidak semua teknologi Artificial Intelligence ini berbentuk robot. Ada juga beberapa jenis AI yang tidak kasat mata seperti software. Contohnya adalah Apple Siri yang digunakan oleh produk Macintosh. Patut dimengerti jika kecerdasan buatan ini memiliki prinsip kerja yang bisa di definisikan.

Hal yang pertama menjadi landasan fundamental adalah bahwa kecerdasan manusia itu bisa direpresentasikan. Masing-masing bentuk kecerdasan tersebut bisa diartikan sedemikian rupa karena terjadi kode-kode khusus yang bisa diterapkan terhadap algoritma komputer. Salah satu bentuk Artificial Intelligence yang paling sederhana adalah kalkulator.

Hanya saja seiring dengan perkembangan teknologimasa kini, kalkulator dianggap sebagai teknologi yang tidak modern lagi. Pasalnya mayoritas Artificial Intelligence sekarang berdampingan dengan teknologi komputer dan Android. Orang yang belajar untuk mengenal artificial intelligence pasti tahu jika AI terus mengalami perkembangan dari masa ke masa.

Pasalnya banyak pengguna yang merasakan banyak manfaat dari kehadiran artificial intelligence sendiri. Saat ini, penerapan Artificial Intelligence digunakan dalam berbagai bidang kehidupan dari mulai linguistik, psikologi, ilmu komputer, matematika, dan lain-lain.

Kategori Artificial Intelligence Yang Sudah Ditemukan Sejauh Ini

Sejauh ini ada dua jenis Artificial Intelligence dari kategorinya. Kategori pertama adalah Artificial Intelligence yang memiliki daya lemah. Di sisi lain ada juga artifisial yang memiliki daya kuat. Artificial Intelligence yang lemah atau Weak AI merupakan sistem kecerdasan buatan yang dirancang hanya untuk tugas tertentu atau khusus.

Jadi algoritma yang diterapkan di dalamnya tidak terlalu rumit. Pasalnya jenis kecerdasan buatan satu ini hanya bisa melakukan satu tugas saja. Mereka ini tidak multitasking seperti berbagai jenis kecerdasan buatan lainnya. Salah satu contoh kecerdasan buatan yang lemah terdapat pada Iphone yaitu Siri.

Para pemilik Iphone pasti mengenal artificial intelligence satu ini.Di sisi lain ada juga kecerdasan buatan yang sifatnya kuat. Biasanya kecerdasan buatan model ini menggunakan algoritma yang sangat rumit dan bisa melaksanakan berbagai jenis tugas secara akurat.

jenis kecerdasan buatan satu ini dikenal juga dengan nama strong AI. Kemampuan kecerdasan buatan satu ini hampir setara dengan kemampuan analisis manusia pada umumnya. Pasalnya mereka memiliki kemampuan kognitif manusia secara universal. Namun tentu saja kemampuan ini tidak akan sama dengan kapasitas manusia pada kenyataannya.

Hanya saja pada tugas-tugas tertentu, jenis kategori kecerdasan buatan satu ini bisa melakukan tugas dan menentukan solusi dari sebuah masalah tanpa campur tangan manusia sedikitpun. Hal ini juga dibahas dalam analisis yang dilakukan oleh Monica Shipper tentang artificial intelligence. Dia merupakan salah satu pakar Artificial Intelligence yang diakui di dunia saat ini.

Jenis-Jenis Artificial Intelligence

Mengenal Artificial Intelligence tentu tidak akan lengkap tanpa memahami jenis-jenisnya. Hal ini diungkap oleh seorang peneliti bernama Arend Hintze.Dia merupakan salah satu asisten Profesor dalam Ilmu Biologi Integratif dan Ilmu Komputer di Michigan University. Pria satu ini membagi kategori Artificial Intelligence menjadi 4 jenis.

  1. Kecerdasan Buatan Mesin Reaktif

Jenis kategori pertama adalah artificial intelijen yang memiliki model mesin reaktif. Contoh dari kecerdasan buatan satu ini adalah Deep Blue. Deep Blue ini sendiri merupakan program catur buatan IBM yang berhasil menaklukan salah satu pecatur terbaik dunia.

Yaitu Garry Kasparov pada tahun 1990 lalu. Kecerdasan buatan satu ini bisa menganalisis pergerakan di papan catur dengan baik. Bahkan bisa membuatnya mengalahkan salah satu Grand Master caturyang ada di Rusia

  • Kecerdasan Buatan dengan Memori yang Terbatas

Jenis kategori selanjutnya dari kecerdasan buatan ini adalah bentuk memori yang terbatas. Kategori Artificial Intelligence satu ini bisa memanfaatkan pengalaman yang dialami di masa lalu untuk melakukan keputusan. Ini juga membantu bentuk AI untuk mendapatkan informasi bermanfaat di masa depan.

  • Kecerdasan Buatan dengan Teori Pikiran

Kategori artificial intelligence selanjutnya adalah kecerdasan buatan yang bisa menciptakan teori pikiran. Hal ini merupakan salah satu perangkat teknologi yang sangat bermanfaat bila sudah tercipta nantinya. Hanya saja belum ada penelitian yang mampu mencapai prediksi satu ini. Ada banyak kendala yang menghambat penciptaannya.

  • Kecerdasan Buatan dengan Teknik Kesadaran Diri

Jenis aktivitas intelijen satu ini juga belum ada di dunia. Alasannya sama dengan kategori nomor tiga yakni dibutuhkan penelitian yang jauh lebih mendalam sebelum benar-benar bisa menciptakannya.

Membuat kecerdasan buatan yang setara dengan kemampuan manusia dalam menyadarkan dirinya sendiri ketika mereka tidur atau ketika mereka pingsan memang bukan hal yang mudah. Sudah terbukti jikauntuk mengenal artificial intelligence ini dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Privacy Policy

©2020 Rembes.com

Log in with your credentials

Forgot your details?